Sebelum Berangkat

Sebelum anda berangkat ke Swiss ada beberapa hal penting yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Paspor

Paspor

Setiap orang yang ingin bepergian ke luar negri, baik hanya untuk waktu beberapa jam atau pun bertahun – tahun, harus memiliki paspor karena paspor merupakan sumber identitas kita selama berada di luar negri, seperti layaknya KTP ketika kita berada di Indonesia. Pada dasarnya, paspor merupakan hak setiap warga negara Indonesia, tetapi untuk mendapatkannya kita perlu melakukan permohonan dan mengikuti prosedur yang tercantum di laman dirjen imigrasi.

Untuk tipe paspor biasa, ada 2 macam varian, yaitu 24 halaman dan 48 halaman. Dari pengalaman dan pengetahuan penulis, disarankan untuk meminta paspor 48 halaman pada saat melakukan permohonan pembuatan paspor. Hal ini dikarenakan paspor 24 halaman kerap kali diidentikkan dengan paspor untuk TKI, walaupun sejauh ini belum saya temukan perturan yang mengatakan bahwa paspor 24 halaman adalah untuk TKI.

Masa berlaku paspor adalah 5 tahun dimulai dari tanggal diterbitkannya paspor dan untuk keperluan aplikasi VISA, umumnya disyaratkan masa berlaku paspor masih tersisa minimal 6 bulan.

Visa

Pada bagian ini akan dibahas tentang bagaimana memperoleh Visa untuk masuk ke negara Swiss dan tinggal di sana lebih dari 90 hari. Informasi utama diperoleh dari kedutaan swiss di Jakarta dan kami coba rangkum kembali di sini. Untuk informasi yg lebih aktual, harap selalu cek kedutaan swiss sebelum melakukan aplikasi visa.

Jika kamu adalah warga negara Indonesia, maka kamu diwajibkan memiliki Visa untuk masuk negara Swiss. Pada dasarnya, permohonan visa diajukan ke Kedutaan Swiss di Jakarta, namun proses aplikasinya ditangani oleh lembaga bernama VFSGlobal. Biaya pengurusan visa adalah IDR 900.000 untuk 1 orang dewasa. Secara garis besar prosedur aplikasi visa adalah sebagai berikut :

  • Pendaftaran di website VFSGlobal
  • Melengkapi pendaftaran dan memilih tanggal pertemuan dengan Kedutaan Swiss
  • Mencetak lembar konfirmasi tanggal pertemuan
  • Datang ke Kedutaan Swiss dengan membawa seluruh dokumen yang dibutuhkan dan lembar konfirmasi pertemuan yang telah dicetak
  • Menunggu hingga Visa selesai diproses dan datang kembali ke Kedutaan Swiss untuk mengambil passport yang telah memperoleh Visa

Dokumen – dokumen yang dibutuhkan untuk proses aplikasi visa adalah sebagai berikut.

NoNamaJumlahDeskripsi
1Application Form3 x asliFormulir aplikasi visa (National type D visa application form) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani.
2Paspor1 x asli
3 x copy
Paspor asli yang masih berlaku untuk minimum 6 bulan setelah tanggal masuk Swiss dengan setidaknya 2 halaman kosong.
Fotokopi paspor cukup untuk bagian identitas dan halaman dengan visa Schengen/USA/UK (jika ada) sebelumnya saja.
3Pasfoto Paspor4 x asli (warna)Pasfoto paspor berwarna dengan warna latar yang terang. Secara umum, harus sesuai dengan peraturan pasfoto Schengen seperti di [4]
4Konfirmasi Pendaftaran (Enrolment Letter)1 x asli
2 x copy
2 x copy
Surat konfirmasi bahwa kita telah terdaftar atau diterima sebagai mahasiswa di universitas di Swiss. Dokumen ditambah dengan 2 salinan bukti pembayaran biaya registrasi perkuliahan.
5Pernyataan finansial1 x asli
2 x copy
Bank statement atau hasil cetak rekening di bank dari saldo 3 bulan terakhir yang menyatakan bahwa kita memiliki dana cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tinggal di Swiss.
Bagi penerima beasiswa, dapat dicantumkan letter of guarantee atau sejenis dari lembaga pemberi beasiswanya
6CV1 x asli
2 x copy
Curriculum Vitae ditulis dalam Bahasa inggris.
7Ijazah Studi sebelumnya1 x asli
2 x copy
Ijazah tingkat Pendidikan terakhir yang telah diselesaikan. Contoh : ijazah S1 untuk yang akan melanjutkan studi S2 di Swiss.
8Bukti kemampuan Bahasa Asing1 x asli
2 x copy
Sertifikat yang menunjukkan kemampuan Bahasa asing yang dibutuhkan untuk studi terkait. Contoh : sertifikat IELTS/TOEFL jika program studi yang akan ditempuh menggunakan Bahasa inggris.
9Surat Motivasi1 x asli
2 x copy
Surat motivasi dalam Bahasa inggris yang berisi : alasan memilih Swiss sebagai tempat melanjutkan studi, dan rencana ke depan setelah menyelesaikan studi.
10Surat Deklarasi1 x asli
2 x copy
Surat yang menyatakan bahwa kita akan meninggalkan Swiss setelah menyelesaikan studi. Surat harus ditandatangani.

 Lama proses pengurusan Visa dapat bervariasi antara 8 – 12 minggu.

Akomodasi

Memiliki kepastian mengenai tempat tinggal sebelum datang ke Swiss merupakan sebuah keharusan. Meskipun masih memungkinkan untuk datang dan tinggal beberapa hari di penginapan/ hotel lalu pergi mencari rumah untuk tinggal, namun hal ini sangat  tidak disarankan. Alasan pertama adalah sulitnya mendapatkan tempat tinggal secara langsung / instan, bahkan waktu 1 bulan mungkin tidak cukup untuk mencari tempat tinggal khususnya di masa – masa awal semester perkuliahan. Kemudian, biaya penginapan di Swiss mahal sehingga kamu akan mengeluarkan biaya yang besar hanya untuk tempat tinggal sementara. Terlebih lagi, hal ini akan menyulitkan kita saat harus mengurus berbagai proses perijinan ketika kita sampai di Swiss karena dalam urusan tersebut akan dibutuhkan alamat surat yang dapat dijangkau.

Sebelum memulai mencari akomodasi yang tepat buatmu, ada baiknya kita cari tahu dulu jenis- jenis akamodasi yang ada di Swiss.

Apartemen untuk satu orang

Tipe pertama ini merupakan hunian paling ideal. Tetapi sangat langka bagi mahasiswa, terutama untuk yang tinggal di kota besar, seperti Zurich, Jenewa dan Lausanne.

Untuk mendapatkan apartemen di Swiss anda harus dapat membuktikan kesanggupan membayar kepada landlord. Ada berbagai macam cara pembuktian, tetapi cara yang paling mudah adalah dengan menunjukan slip gaji. Pembuktian juga bisa dilakukan dengan menggunakan jaminan dari orang yang tinggal diswiss. Cara ini biasa dipakain oleh mahasiswa swiss untuk mendapatkan apartemen. Orang tua mereka menjamin mereka.

Keuntungan :

(i) Hidup Sendiri.

Kekurangan :

(i) umunya hunian semacam ini hanya tersedia tanpa furniture di dalamnya, jadi kamu harus membeli segala perabotan yang diperlukan. Kamu bisa pergi ke Ikea terdekat untuk membeli barang – barang yang affordable atau menunggu hibah / warisan dari rekan – rekan kenalan kamu yang telah selesai studi di daerah tersebut.

(ii) Harga total mahal karena Internet, listrik dan air di tanggung sendiri.

Link Terkait:

wgzimmer.ch
flatfox.ch
homegate.ch
facebook

Shared apartment / Wohngemeinschaft (WG)

Tipe ini merupakan hunian paling banyak di swiss. Huninan ini semacam shared-apartment dengan dua hingga empat kamar tidur di dalamnya. Pada umumnya kamu harus membentuk suatu grup bersama teman – teman kamu lalu mulai mencari flat / apartment dengan kapasitas sesuai yang sedang kosong. Namun, sering kali juga ada iklan dari suatu grup yang kekurangan orang untuk tinggal di dalam WG mereka. Untuk kasus terakhir ini, kamu bisa langsung apply untuk tinggal bersama mereka.

Pada hunian tipe ini, kamu dan teman se-flat kamu harus mengurus biaya operasional tempat tinggal setiap bulan, seperti listrik, air, pemanas dan internet. Namun, ada juga beberapa WG yang membuat urusan ini di-handle oleh landlord nya langsung, sehingga kamu hanya perlu membayar biaya bulanan yang fixed.

Untuk mendapatkan hunian ini anda biasanya akan diwawancarai oleh penghuni sekarang dan mereka akan memilih siapa penghuni berikutnya.

Keuntungan :

(i) rasio fasilitas per jumlah penghuni yang tinggi, khususnya untuk dapur, sehingga kamu akan lebih bebas dalam mengatur jadwal kamu kapan untuk masak.

(ii) Kesempatan untuk bersosialisasi lebih besar, bisa mengasah kemampuan Bahasa dan juga mengenal budaya negara asal teman flat kamu.

Kekurangan :

(i) umunya hunian semacam ini hanya tersedia tanpa furniture di dalamnya, jadi kamu harus membeli segala perabotan yang diperlukan. Kamu bisa pergi ke Ikea terdekat untuk membeli barang – barang yang affordable atau menunggu hibah / warisan dari rekan – rekan kenalan kamu yang telah selesai studi di daerah tersebut.s

Link Terkait:

wgzimmer.ch
flatfox.ch
homegate.ch
facebook

Student House

Suasana di Student House

Tipe yang kedua ini bisa dikatakan sama dengan asrama di Indonesia. Biasanya tempat tinggal seperti ini dimiliki oleh suatu yayasan atau organisasi tertentu, bisa dengan berkerja sama dengan pihak kampus atau pun tidak. Satu gedung asrama dapat memuat 30 atau lebih kamar. Untuk tipe ini, kamu tidak perlu pusing memikirkan biaya operasional bulanan, kamu hanya perlu membayar biaya bulanan yang telah disetujui di awal Jika kamu beruntung, beberapa asrama juga menyediakan sarapan untuk kamu. Perlu diperhatikan bahwa tipe akomodasi seperti ini sangat jarang ada di Swiss sehingga jika kamu memang menginginkan tipe akomodasi ini, segera daftarkan diri kamu ke pihak pengelola Student house.

Keuntungan :

(i) fixed cost setiap bulan

(ii) Hanya bertanggung jawab untuk kebersihan di kamar sendiri, di luar kamar (termasuk toilet dan dapur) umumnya akan diurus oleh pengelola asrama

(iii) bisa berkenalan dengan pelajar lain dari berbagai macam negara

Kekurangan :

(i) rasio fasilitas per jumlah penghuni yang rendah karena umumnya 1 toilet dan 1 shower room bisa dibagi Bersama 5 atau 6 orang penghuni, lalu dapur juga biasanya hanya ada 1 dapur besar untuk seluruh penghuni. Kamu perlu pandai – pandai mengatur waktu untuk mandi dan masak. Oh ya, tidak lupa juga fasilitas mencuci pakaian yang cukup crowded.

(ii) Aturan di dalam rumah yang mungkin terkesan mengekang untuk beberapa orang, misal di atas jam 22.00 tidak boleh membuat suara keras di kamar.

Link Terkait:

Untuk mahasiswa di Zurich dan sekitarnya:
justinus.ch
studentenhaus-vinzenz.ch
woko.ch
student village
untuk mahasiswa ETHZ atau UZH
facebook

Untuk mahasiswa di Lausanne dan sekitarnya:
facebook

Untuk mahasiswa di Jenewa dan sekitarnya:
facebook

Saran untuk mencari Akomodasi

Semua jenis akomodasi meminta anda untuk datang terlebih dahulu dan diwawancarai oleh yang punya hunian atau yang sedang tinggal di situ. Kemudian, kebanyakan mereka tidak mau mewawancarai secara online, mereka mau tatap muka dengan anda. Anda tidak mungkin bisa diwawancarai secara langsung jika anda masih berposisi di Indonesia

Karena itu kami menyarankan, jika tidak dapat tempat tinggal jangka panjang, carilah hunian jangka pendek, misal 6 bulan atau satu tahun, dan setelah sampai di Swiss anda bisa mulai mencari hunian jangka panjang. Hunian jangka pendek cenderung lebih gampang didapatkan.