Beyond Oil Palm: Perceptions of Local Communities of Environmental Change

Diringkas Oleh: Yonika Larasati dan Nur Hasanah

Alasan penduduk Kutai Kartanegara menanam kelapa sawit. (sumber)

Sebagai produsen terbesar minyak kelapa sawit (palm oil), Indonesia berada di titik limbung pro-kontra perkebunan kelapa sawit. Industri kelapa sawit memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi pemerintah dan juga masyarakat di sekitarnya. Namun, dampak negatif pada lingkungan pun tidak dapat dihindari seiring dengan maraknya pembukaan lahan baru. Berbagai kebijakan diambil oleh pemerintah untuk menyeimbangkan dampak positif dan negatif perkebunan kelapa sawit. Namun, sejauh mana masyarakat lokal memahami dampak industri kelapa sawit dan bagaimana respon mereka terhadap perubahan jasa lingkungan (Ecosystem Services*) sekitarnya?

Sejak tahun 2011, perkebunan kelapa sawit meningkat pesat di Kutai Kartanegara, Kaltim, dan pemerintah daerah berambisi untuk mengembangkan industri kelapa sawit. Oleh karena itu, Nur Hasanah (mahasiswi S3 di ETH Zurich, Swiss) terjun langsung ke daerah, untuk melakukan penelitian mengenai respon masyarakat terhadap industri kelapa sawit. Penelitian dilakukan melalui observasi, focus group discussion, dan wawancara dengan berbagai lapisan masyarakat. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam jurnal “Frontiers in Forests and Global Changedan berikut adalah beberapa kesimpulan penelitian tersebut:

  1. Persepsi masyarakat  berbeda beda dalam memandang dan menghargai jasa lingkungan. Namun demikian, ada 3 daftar jasa lingkungan yang dirasa sangat penting oleh masyarakat di keempat desa tersebut, yaitu antara lain ketersediaan ikan di sungai, ketersediaan lahan, dan kualitas air. 
  2. Penurunan kondisi jasa lingkungan, terutama ikan di hilir, adalah merupakan dampak negatif akibat perluasan kebun sawit pada hutan dan manajemen operasional pabrik sawit. 
  3. Terlepas dari dampak negatif yang diakibatkan oleh perkebunan kelapa sawit, masyarakat ingin mengembangkan industri ini karena didorong oleh berbagai faktor (faktor dorongan sosial, finansial, dan subsidi dari pemerintah daerah)
  4. Koordinasi dan pelibatan berbagai pihak terkait, pemerintah, perusahaan kelapa sawit, dan masyarakat lokal sangat penting untuk bersama sama menjaga keberlanjutan Jasa lingkungan di sekitar perkebunan.

Artikel lengkap penelitian di atas dapat diakses gratis di sini. Lebih lanjut, penelitian lain tentang lingkungan dan perkebunan kelapa sawit dapat dilihat di website OPAL (Oil Palm Adaptive Landscapes)

catatan:

*Ecosystem services (jasa lingkungan) adalah sesuatu yang diberikan oleh alam terhadap manusia (air, ikan, kayu, rotan, ritual yang terkait dengan alam, dll).